Disini akan diceritakan sejarah bagaimana Malware berkembang sejak pertama kali muncul pada tahun 1949 hingga saat ini.
Pada awalnya
Pada tahun 1949, Von Neumann menemukan Teori Self-Reproducing Automata, dimana dia mempresentasikan untuk pertama kalinya kemungkinan mengembangkan program pengganda kecil yang mampu mengendalikan program lain. Dapat dibayangkan apabila cara ini digunakan untuk tujuan tidak baik, seperti Virus komputer, program yang menggandakan diri sebanyak mungkin, sehingga mampu meningkatkan populasi secara eksponensial.
Pada tahun 1959, di Bell Computer’s laboratorium, tiga programmer muda: Robert Thomas Morris, Douglas Mcllroy dan Victor Vysottsky menciptakan sebuah permainan yang disebut CoreWar, permainan ini berdasarkan teori Von Neumann, dimana program dari permainan ini bersaing satu dengan yang lain, berusaha menguasai sebanyak-banyaknya memori pada komputer lawan. Permainan ini dianggap sebagai cikal bakal kemunculan virus komputer.
Pada tahun 1972, Robert Thomas Morris menciptakan virus pertama yang hingga saat ini dikenal dengan sebutan Creeper, yang mampu menginfeksi komputer IBM 360 pada jaringan ARPANET (cikal bakal Internet) dan menampilkan pesan “I’m the creeper, catch me if you can”. Untuk menghilangkan itu, diciptakan virus Reaper yang bertugas untuk mencari Creeper dan menghancurkannya. Virus Reaper ini adalah cikal bakal program Antivirus yang kita pergunakan hingga saat ini.
Sepanjang tahun 1980, komputer jenis PC semakin populer, makin banyak orang yang mulai bereksperimen dengan program buatan mereka sendiri. Pada tahun 1981, muncul orang yang secara serius mengembangkan virus dan menyebarluaskannya, yaitu Richard Skrenta. Virus yang dinamai Elk Cloner tersebut akan menampilkan sebuah puisi setelah sebelumnya merestart 50 kali komputer yang diinfeksinya.
Pada tahun 1984, Frederick B. Cohen memperkenalkan istilah virus komputer, yang didefinisikan sebagai “sebuah program yang dapat ‘menginfeksi’ program lain dengan memodifikasi mereka dan menggandakan dirinya sendiri“.
Pada tahun 1987, “Virus Yerusalem” atau “Friday 13” yang mampu menginfeksi file dengan ekstensi .EXE dan .COM. Dilaporkan muncul pertama kali di Universitas Ibrani Yerusalem dan menjadi salah satu virus yang paling terkenal dalam sejarah.
Pada tahun 1999, Happy worm, yang dikembangkan oleh Spanska, memulai sebuah tren baru dalam malware yang terus berkembang hingga saat ini, yakni pengiriman worm melalui email.
Pada tahun 2000 infeksi yang cepat dan besar-besaran oleh Virus LoveLetter (I love you) terjadi membabi buta di seluruh dunia. Worm ini juga menyebar melalui email dan menggunakan teknik social engineering untuk mengelabui pengguna komputer. Ini adalah awal dari era epidemi berskala besar, yang mencapai puncaknya pada tahun 2004.
Pada tahun ini jugalah bermunculan banyak jenis worm seperti Mydoom, Netsky, Sasser, atau Bagle. Ini adalah tahun terburuk dengan kemunculan berbagai jenis epidemi, tetapi anehnya, juga yang terakhir. Para pencipta Malware mulai menyadari bahwa kemampuan mereka bisa dipergunakan untuk lebih dari sekedar menjadi berita utama, mereka juga bisa menghasilkan banyak uang dengan itu.
Perubahan Tujuan
Pada tahun 2005, penjahat cyber mulai menyadari bahwa penciptaan malware bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.
Di antara yang paling menguntungkan adalah jenis yang disebut Banker Trojans.
Malware jenis ini dirancang untuk mencuri rahasia detail, khususnya yang berkaitan dengan online banking, dan sering disebarkan melalui eksploits, spam atau malware lain yang men-download Trojan ke komputer pengguna online banking.
Ancaman laten lain yang berkaitan dengan malware adalah adanya spyware dan adware, di mana beberapa perusahaan pembuat software mempergunakan aplikasi ini untuk memonitor aktivitas internet penggunanya.
Saat ini, seiring dengan populernya penggunaan ponsel dan perangkat mobile lainnya, merekapun tak luput dari incaran industri malware. Tahun 2004 Cabir.A dan ComWar.A pertama kali muncul dan dirancang dengan sasaran perangkat ini. ComWar.A tidak hanya menyebar melalui Bluetooth tetapi juga melalui pesan MMS, penyebaran dilakukan terhadap daftar kontak pada perangkat sang korban. Hingga saat ini malware banyak dirancang untuk korban dengan platform yang umum dan banyak digunakan, diantaranya: Symbian, PocketPC, Palm, dll. Dengan metode penyebaran melalui SMS, MMS, IrDA, Bluetooth, dan lain-lain.
Hingga saat ini, sistem operasi yang paling sering dijadikan sasaran virus adalah Windows 32-bit. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pencipta malware telah melihat potensi keuangan untuk kegiatan mereka dan Windows menguasai 90 persen dari pasar yang ada, sehingga mudah ditebak mengapa mereka fokus pada Windows. Selain itu pengguna Linux dan Macintosh umumnya adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan cukup mengenai komputer, sehingga mereka tidak gampang dikelabui.




Leave a comment